Berita Terkini

Berita Lainnya 03 Mei 2020

Tidak Mudik, Tidak Piknik, Silaturahmi Tetap Asyik!

Bekasi - Menurut data survey yang dirilis oleh Balitbanghub Kementerian Perhubungan, diberitakan bahwa 3,65% responden telah melakukan mudik, 33,50% belum mudik, dan 62,90% tidak akan melakukan mudik. Dari 33,50% responden yang belum mudik, terdapat proporsi 31,26% akan melakukan mudik dan 68,74% tidak akan mudik. Alasan responden yang tetap akan mudik dengan persentase terbesar adalah mengunjungi orang tua dan sanak saudara di kampung halaman sebesar 37% dan tempat tinggal (anak, istri, suami, orang tua) ada di kampung sebesar 25%. Alasan keluarga masih mendominasi sebagai alasan untuk melakukan mudik, hal ini tidak terlepas dari hubungan sosial yang cukup lama terpisah jarak sehingga responden akan tetap melakukan mudik. Tapi tahukah kalian meski niat baik ingin bersilaturahmi dengan kerabat justru bisa membawa petaka bagi mereka, berikut alasannya.

Potensi Penularan Covid-19 Saat di Perjalanan
Penularan di perjalan memiliki potensi besar dalam hal penyebaran Covid-19, khususnya pada penggunaan transportasi publik dimana sulit untuk melakukan physical distancing (menjaga jarak fisik) dengan jarak minimal 1 meter, sehingga sangat rentan berdekatan dengan pembawa virus Covid-19.

 Risiko Menulari Orang Tua

Menurut WHO (World Health Organization) salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi Covid-19 adalah orang tua atau lanjut usia (lansia) yang berusia 60 tahun ke atas. Bertambahnya usia seseorang atau proses penuaan akan membuat tubuh mengalami berbagai penurunan seperti pada produksi hormon, kepadatan tulang, fungsi organ tubuh. Selain itu juga sistem imun sebagai pelindung tubuh tidak dapat bekerja dengan maksimal. Hal ini menyebabkan sulit bagi para lansia untuk melawan berbagai macam bakteri, virus termasuk COVID-19 dengan resiko kematiannya cukup besar.

 Fasilitas Kesehatan di Daerah Masih Minim
Kesiapan fasilitas kesehatan di berbagai kota di Indonesia masih beragam, termasuk ketersediaan Rumah Sakit rujukan yang saat ini belum ada di semua kabupaten/kota. Tidak hanya itu, kurangnya tenaga kesehatan di daerah juga dikhawatirkan memperburuk penangan Covid-19.

Sulit Menghindari Kontak Fisik
Setelah sampai kampung halaman, maka kontak fisik akan sulit dihindari baik dengan keluarga maupun dengan warga sekitar. ini sangat berbahaya karena kita tidak tahu apakah kita sebagai carrier Covid-19 atau tidak. Seperti yang dirilis oleh WHO mengenai penderita tanpa gejala atau asymptomatic.

itulah beberapa alasan mengapa sebaiknya kita tidak mudik demi menjaga keselamatan diri sendiri dan keluarga di kampung halaman. Mari bersama-sama putus rantai penyebaran Covid-19 agar tahun depan bisa mudik kumpul bersama kerabat dengan aman, nyaman, tentrem. ingat, tidak mudik, tidak piknik, Silaturahmi tetap asyik.

MENU ×
CHAT