Berita Terkini

Berita Lainnya 24 April 2020

Rilis Survei Oleh Balitbanghub Terkait Pengaruh Wabah Covid-19 Terhadap Pemudik

Bekasi - Wabah virus Covid-19 yang masih mewabah di seluruh dunia ini bisa dikatakan cukup mempengaruhi sektor transportasi khususnya di negara kita, Indonesia. Selain itu dengan masuknya bulan suci Ramadhan 1441H pada tahun ini tentu akan meningkatkan penggunaan transportasi terutama menjelang lebaran. Balitbanghub Kementerian Perhubungan merilis survei online mengenai pengaruh corona (Covid-19) terhadap angkutan lebaran 2020 di Indonesia.Menurut hasil survei online yang sudah dilakukan dari 42.890 responden didapat bahwa 7% telah melakukan mudik dini. Ada 2 alasan mereka kenap melakukan mudik dini, pertama 30,85% menjawab dikarenakan telah diterapkannya Work From Home (WFH), alasan  kedua 28,90% menjawab untuk menghindari penularan di tempat bekerja atau belajar. Namun presentasi terbesar (56%) didapati bahwa pemudik memutuskan untuk tidak melakukan mudik di tengah pandemi Covid-19. Sisanya atau sekitar 37% responden belum melakukan mudik yang mana bisa saja akan melaksanakan mudik tergantung kondisi kedepannya. Tiga (3) daerah terbanyak tujuan pemudik kesemuanya berada di pulau Jawa, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. 

 

Balitbanghub juga merilis moda transportasi yang banyak digunakan untuk mudik dini, dan dari 6 jenis moda transportasi masih di dominasi oleh jalur darat dengan prosentase mencapai 71.51% (terdiri dari mobil pribadi, motor, bus dan kereta api), disusul jalur udara 17.67% dan terakhir melalui jalur laut 1.08%. Berikut urutan prosentasi moda transportasi pemudik dimulai dari yang paling banyak digunakan:

1. Mobil pribadi (24,26%)

2. Sepeda Motor (22,62%)

3. Pesawat Udara (17,67%)

4. Kereta Api (14,51%)

5. Bus (10,12%)

6. Kapal (1,08%)

MENU ×
CHAT