Berita Terkini

Berita Lainnya 21 November 2020

Pengujian Tindak Lanjut CTC/CTS di DAOP 5 dan Fasilitas Operasi Kereta Api Jalur Ganda di Wilayah Jawa Tengah

wesel

Bekasi - BPUJI lakukan tindak lanjut pengujian pertama untuk CTC (Centralized Traffic Control) / CTS (Centralized Traffic Supervisory) yang berada di Daop V Purwokerto untuk pembangunan jalur ganda Cirebon – Kroya. Kegiatan pengujian yang dilakukan diantaranya seperti melakukan kesesuaian uji rancang bangun dengan kondisi fisik dilapangan dan uji fungsi (indikasi pelayanan) peralatan dari CTC / CTS. Selain itu, juga telah dilakukan tindak lanjut hasil uji pertama FASOPKA Jalur Ganda yang berada di stasiun Gombong, Karanganyar, Sruweng, IB Soka, Kebumen, Kutoarjo serta uji pertama jalur ganda Stasiun Gombong. BPUJI pun melakukan tindak lanjut hasil uji pertama Fasilitas Operasi Kereta Api Staging I di Stasiun Sumpiuh, Tambak, Wonosari, Kutowinangun, Prembun dan Butuh, dimana kesemuanya berlokasi di provinsi Jawa Tengah.

Agar lebih efektif dalam melaksanakan pengujian, BPUJI membagi tim penguji menjadi 2 kelompok yang terdiri dari kelompok pertama yang akan melakukan tindak lanjut CTC / CTS di kota Purwokerto. Sementara kelompok kedua memulai tindak lanjut fasilitas operasi kereta api di Stasiun Kebumen. Beberapa item pengujian seperti pengujian kesesuaian spesifikasi teknis dan As Built Drawing, pengujian kesesuaian dengan As Built Drawing pada Ruang Peralatan (ER), pengujian kelengkapan peraga sinyal, pendeteksi sarana dan wesel, pengujian ruang bebas peraga sinyal, pengujian jarak pemasangan pendeteksi sarana, pengujian jarak tampak peraga sinyal, pengujian akurasi pembentukan arah wesel, ganjalan wesel dan lebar lidah wesel, pengujian tahanan sistem pentanahan, pengujian fungsi pendeteksi sarana, pengujian catu daya, pengujian indikasi pelayanan, pengujian sistem media transmisi telekomunikasi, pengujian panggilan selektif dan kejelasan suara pada komunikasi telepon.

Tindak lanjut wajib dilakukan jika hasil pengujian pada sebelumnya terdapat ketidak sesuaian dengan spesifikasi teknis yang diberikan maupun fungsi peralatan yang tidak optimal. Selanjutnya hasil dari pengujian atau tindak lanjut ini akan diolah dan dikaji oleh Direktorat Prasarana Perkeretaapian terkait penerbitan sertifikat kelaikan prasarana khususnya untuk fasilitas operasi kereta api (FASOPKA).

MENU ×