Berita Terkini

Berita Lainnya 02 Februari 2021

Pengujian Persinyalan Mekanik Kereta Api di Stasiun Padang s.d. Stasiun Pulau Aie Padang, Sumatera Barat

BekasiKereta Api memiliki rambu-rambu lalu lintas yang terangkai dalam suatu sistem yang disebut sistem persinyalan. Sistem persinyalan berfungsi untuk mengatur lalu lintas Kereta Api. Sehingga transportasi dengan moda Kereta Api terjamin keselamatannya. Peralatan persinyalan perkeretaapian adalah fasilitas operasi kereta api yang berfungsi atau isyarat berupa warna, cahaya atau informasi lainnya dengan arti tertentu. Jenis sinyal pada perkeretaapian digolongkan dalam sinyal elektrik dan sinyal mekanik.

Sinyal mekanik sendiri merupakan perangkat sinyal yang digerakkan secara mekanik. Sistem ini masih digunakan di Indonesia pada lintasan dengan frekuensi yang rendah namun mulai ditinggalkan dan digantikan dengan sistem yang lebih modern. Kondisi sistem persinyalan Kereta Api di Indonesia sekitar 60% masih berupa sistem persinyalan mekanik. Dari 529 stasiun di seluruh Indonesia, sistem persinyalan pada 316 stasiun masih berupa sistem sinyal mekanik.

Salah satunya adalah sistem persinyalan di Stasiun Padang dan Stasiun Pulau Aie. Stasiun Pulau Aie  ini terakhir beroperasi sekitar tahun 1977, atau 43 tahun yang lalu. Sebelum beroperasi kembali harus dilakukan serangkaian pengujian oleh Balai Pengujian Perkeretaapian. “Pengujian ini sesuai dengan regulasi yang ada dan juga agar saat beroperasi nanti keamanan prasarana dan sarana perkeretaapian bisa terjaga” tegas Suranto selaku Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Barat.

Tim Penguji Fasilitas Operasi Kereta Api Balai Pengujian Perkeretaapian turun untuk menguji sistem persinyalan mekanik di lintas Padang – Pulau Aie. Adapun ruang lingkup pekerjaan pengujian diantaranya modifikasi sistem persinyalan di Stasiun Padang, instalasi sistem persinyalan mekanik baru di Stasiun Pulau Aie serta pekerjaan pembangunan 6 (enam) perlintasan elektrik.

Pengujian yang berlangsung dari hari Rabu (27/1) hingga Jumat (29/1) ini dilakukan dalam rangka sertifikasi sistem persinyalan serta perlintasan elektrik. Pengujian ini dilakukan sekaligus untuk memastikan hasil pekerjaan Balai Teknik Perkeretaapian Sumatera Bagian Barat pada persinyalan mekanik ini telah memenuhi persyaratan yang berdasar pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 30 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengujian dan Pemberian Sertifikasi Prasarana Perkeretaapian serta Permenhub nomor 44 tahun 2018 tentang Persyaratan Teknis Peralatan Persinyalan Perkeretaapian.

Dalam pelaksanaannya, pengujian yang dilakukan adalah pengujian rancang bangun dan uji fungsi masing-masing peralatan. Uji rancang bangun dilakukan dengan cara membandingkan dokumen teknis yang digunakan dengan peralatan yang terpasang di lapangan. Sedangkan untuk uji fungsi dilakukan dengan cara memfungsikan peralatan-peralatan persinyalan mekanik dan perlintasan elektrik yang telah terpasang.

Hasil pengujian yang telah dilakukan oleh tim Penguji Fasilitas Operasi ini akan disampaikan kepada Direktorat Prasarana Perkeretaapian untuk dianalisis serta diproses guna penerbitan sertifikat uji pertama.

MENU ×