Berita Terkini

Berita Lainnya 20 Mei 2020

Fatwa MUI terkait Shalat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19

Bekasi - Tidak terasa Ramadhan akan segera berakhir, dan kita akan segera menuju hari kemenangan, namun kenyataannya pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Padahal momen ini adalah yang paling ditunggu umat islam di seluruh penjuruh dunia untuk melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri. Lalu bagaimana kita sebagai muslim menyikapi hal tersebut? Berdasarkan fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) nomor 28 Tahun 2020 terkait panduan kaifiat shalat Idul Fitri saat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia, berikut rinciannya:

ketentuan hukum..

  1. Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah yang menjadi salah satu syi'ar keagaam (syi'ar min sya'air al-islam)
  2. Shalat Idul Fitri disunnahkan bagi setiap muslim, baik laki-laki, perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang di kediaman maupun sedang bepergian (musafir), secara berjamaah maupun secara sendiri (munfarid)
  3. Shalat Idul Fitri sangat disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla dan tempat lainnya
  4. Shalat Idul Fitri berjamaah boleh dilaksanakan di rumah
  5. Pada malam Idul Fitri, umat Islam disunnahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tasbih, serta aktifitas ibadah

Ketentuan pelaksanaan Shalat Idul Fitri di kawasan Covid-19..

  1. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla, atau tempat lain bagi umat islam yang:
    a. berada di kawasan yang sudah terkendali pada saat 1 syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah
    b. berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19, dan tidak ada keluar masuk orang)
  2. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama yang berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali
  3. Pelaksanaan Shalat Idul Fitri baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan, antara lain dengan memperpendek bacaan shalat dan pelaksanaan khutbah

Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah..

Rakaat Pertama

  1. sebelum Shalat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih
  2. Shalat dimulai dengan menyeru "ash-shalata jamiah" tanpa azan dan iqamah
  3. memulai dengan niat shalat idul fitri
  4. membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan
  5. membaca doa iftitah
  6. membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (diluar takbiratul irham) dan diantara tiap takbir itu dianjurkan membaca "Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar"
  7. membaca surah al-fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran
  8. ruku, sujud, duduk diantara dua sujud dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti Shalat biasa

Rakaat Kedua

  1. pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam) dan diantara tiap takbir disunnahkan membaca "Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar"
  2. membaca Surah Al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran
  3. ruku, sujud, dan seterusnya hingga salam
  4. setelah salam, disunnahkan mendengar khutbah Idul Fitri

Ketentuan Shalat Idul Fitri di Rumah..

  1. Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri (munfarid)
  2. jika Shalat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:
    a. jumlah jamaah yang Shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum
    b. kaifiat shalatnya mengikuti ketentuan Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah
    c. usai Shalat Id, khatib melaksanakan khutbah
    d. jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan Shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka Shalat Idul Fitri boleh dilakukan tanpa khutbah
  3. jika Shalat Idul Fitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid) maka ketentuannya sebagai berikut:
    a. berniat Shalat Idul Fitri secara sendiri yang jika dilafalkan berbunyi "Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini munfaridan lillahi taa'ala"
    b. Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr)
    c. tata cara pelaksanaannya mengacu pada Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah
    d. tidak ada khutbah

Panduan takbir Idul Fitri..

  1. setiap muslim dalam kondisi apapun disunnahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tahlil menyeru keagungan Allah SWT
  2. waktu pelaksanaan takbir mulai dari tenggelamnya matahari di akhir ramadhan hingga jelang dilaksanakannya Shalat Idul Fitri
  3. disunnahkan membaca takbir di rumah, di masjid, di pasar, di kendaraan, di jalan, di rumah sakit, di kantor, dan di tempat-tempat umum sebagai syiar keagaaman
  4. pelaksanaan takbir bisa dilaksanakan sendiri atau bersama-sama, dengan cara jahr (suara keras) atau sirr(pelan)
  5. dalam situasi pandemi yang belum terkendali, takbir bisa dilaksanakan di rumah, di masjid oleh pengurus takmir, di jalan oleh petugas atau jamaah secara terbatas, dan juga melalui media televisi, radio, media sosial, dan media digital lainnya
  6. umat Islam, Pemerintah, dan masyarakat perlu menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil saat malam Idul Fitri sebagai tanda syukur sekaligus doa agar wabah Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT

Amaliah sunnah Idul Fitri..

pada hari Idul Fitri disunnahkan beberapa amaliah sebagai berikut:

  1. mandi dan memotong kuku
  2. memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian
  3. makan sebelum melaksanakan Shalat Idul Fitri
  4. mengumandangkan takbir hingga menjelang Shalat
  5. melewati jalan yang berbeda antara pergi dan pulang
  6. saling mengucapkan selamat (tahniah al-id) antara lain dengan mengucapkan "taqabballlahu minna waminkum"

Sumber referensi didapat dari Infografis Fatwa MUI no 28 tahun 2020

 

Terakhir kami selaku Humas Balai Pengujian Perkeretaapian ingin mengucapkan, selamat hari raya Idul Fitri 2020 1 Syawal 1441 H, Minal Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir dan batin, semoga amal ibadah kita selama ramadhan diterima di sisi Allah SWT. Mari berdoa bersama untuk Indonesia, dihari kemenangan ini agar pandemi Covid-19 cepat hilang dan aktifitas kembali normal seperti sedia kala.

#BalaiPengujianPerkeretaapian #DJKA #Kemenhub

#EidMubarak #MinalAidinWalFaizin #LebaranDirumah #SilaturahmiTetapAsyik #TidakMudik

MENU ×
CHAT