Berita Terkini

Berita Lainnya 03 Agustus 2020

Cegah Penularan Covid-19 Penguji Lakukan Rapid Tes Setelah Melakukan Pengujian

penguji

Bekasi – Sampai saat ini jumlah orang yang positif terinfeksi virus Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) di Indonesia masih saja terus bertambah setiap harinya. Untuk itu mencegah penularan covid-19 wajib dilakukan oleh semua pihak, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui rapid test. Lalu seperti apa sih rapid test? Menurut dr. Meva Nareza, Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. Bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh Covid-19, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, dalam kasus lain butuh beberapa minggu. Tentu inilah yang menyebabkan tingkat keakuratan rapid test cukup rendah. Selain itu, pemeriksaan rapid test hanya merupakan penapisan awal, hasil pemeriksaannya tetap harus tetap dikonfirmasi melalui pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction). Karena tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi atau tidak hanyalah pemeriksaan PCR.

Prosedur dan Interpretasi Hasil Rapid Test

  • Mengambil sampel darah ujung jari peserta lalu diteteskan ke alat rapid test.
  • Cairan khusus untuk menandai antibody peserta akan diteteskan di tempat yang sama.
  • Hasilnya berupa garis yang muncul di alat rapid test tersebut.

Jika hasil non-reaktif, rapid test perlu diulang sekali lagi 7–10 hari setelahnya, jika hasil reaktif, antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain bukan berarti pasti covid-19 sehingga perlu dilakukan swab test guna memastikan apakah benar terdapat infeksi covid-19. Perlu dicatat sebelum melakukan tes PCR atau selama menunggu hasilnya, diwajibkan menjalani isolasi mandiri di rumah paling tidak selama 14 hari.

Untuk itu setiap pegawai Balai Pengujian Perkeretaapian yang hendak melakukan perjalanan dinas luar kota diharuskan melakukan rapid test sebelum berangkat maupun setelah sekembalinya dari dinas. Tentu dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

MENU ×